"TENTANG NADA"
Malam ini ku yakin malam yang sejuk, tak terlalu dingin, tak juga panas menggangu, tapi mata ini tak juga lekat-lekat, bukan mengatup semalaman. Dalam cuaca ini ku yakin semuanya sudah lelap, tinggal aku yang gelisah. Detakku tak mengalah dari detak tuan waktu, entah apa yang ditatapnya, tatapannya kian dalam dan kurasa kian tajam membidik bola mataku. Hal pertama pasti meninggalkan bekas. Kini, ku hanya dapat membenarkan lagi pernyataan itu. Aku terlalu takut untuk terlelap. Ku takut kegelisahanku ini menyekapku lirih dalam jeruji mimpiku sendiri. Bukan karna ranting botak jahil yang mengetuk kaca jendela berembun kamar biru yang kan banyak menghabiskan waktuku bersamanya. Bukan juga dengan nyanyian cicak yang terkadang lupa diri, menyanyi diwaktu lelap semuanya. Apalagi karna daun yang begesekan dimainkan angin malam yang mendesir dengan dinginnya. Entah apa yang kan terjadi pada diriku nantinya? *** Kurasa ku benar-benar bangun pagi itu. Jendela yang masih menyimpan...
